
Buat mewujudkan hal - hal yang kita mau, bakat dan kemapuan yang kita punya g selamanya berlaku lowh.. Kenapa gw bisa bilang gitu karna itu tejadi disekitar gw sendiri.. Ada orang dengan bakat dan kemampuan yang sangat besar tapi dia bukan orang yang bisa " fake " dan hasilnya dia g maju.. Sedangkan ada orang yang punya bakat dan kemampuan pas - pasan tapi dia maju karena di "fake" .. Ironis y?? Tapi dalam hidup g cuma beberapa faktor aja yang bisa bikin kita maju tetapi ada banyak faktor..
"Fake" itu kalau kita artikan dalam bahasa Indonesia adalah Palsu. Bukan berkepribadian ganda tapi menunjukkan sifat palsu kita terhadap seseorang yang kita percaya bisa membawa kita kepada sesuatu yang kita mau.. Sederahanya sich "fake " itu bisa diartikan sebagai " cari muka" atau " carmuk"..Semua orang pasti pernah " Fake " tapi mungkin dengan kadar yang berbeda - beda y..
Inget g waktu kecil kalau kita pengen dibeliin mainan kita harus baik"in orang tua.. Y g? Dari kecil pun manusia punya bakat untuk "Fake".. Kadang" orang tua kita juga yang mengajarkan hal itu pada kita, misalnya kalau kita bisa membersihkan kamar, kita akan diberi hadiah.. Itu membuat kita yang masih kecil mau membersihkan kamar demi hadiah, bukan demi kebersihan.. Kita melakukan itu sebagai sesuatu yang "Palsu' karena bukan dari hati tetapi karna tuntutan agar kita bisa mendapatkan sesuatu yang kita mau...
Semakin besar kita semakin terbiasa akan hal itu.. Tapi ada sebagian orang yang kadar " Fake"nya tidah bertambah seiring dengan bertambahnya usia.. Dia hanya " fake" untuk hal" tertentu dan untuk hal - hal yang kecil aja..
Tapi, ada juga yang kadarnya semakin dewasa semakin besar.. Disatu sisi gw bisa bilang kalau mereka adalah orang yang beruntung karena meraka g jijik untuk " Fake" dengan kadar yang tinggi, disisi yang lain gw kasian juga karena untuk dapet yang mereka mau ,mereka harus jadi " Palsu"..
Coba d kalian perhatiin lingkunagn sekitar kalian..Semakin pekanya kalian, semakin kalian merasa Si "fake" Si juara.. Banyak posisi penting yang diduduki oleh orang yang "fake"..karena dalam kemyataannya banyak juga tuh orang yang suka di " fake" in ... Dalam kenyataannya bakat, kemampuan, dan keberuntungan aja ternyata g cukup untuk mengantarkan kita pada sebuah kesuksesan..
Adil g sih?? Ehmm...susah c jawabnya..Satu hal yang penting adalah untuk jadi orang "fake" itu g gampang dan capek juga kali jadi palsu.. " Fake " itu bisa kita nilai sebagai suatu usaha yang harus kita hargai juga.. Karena g gampang jadi orang yang bisa dibilang menjijikan.. G bisa dipungkiri " Fake " itu perlu.. Suka atau g suka, kenyataannya yah kaya gtu..
BT bgd waktu gw harus nerima kenyataan kalau gw dipimpin sama orang yang fake dengan kemampuan pas - pasan.. Padahal diluar sana ada orang yang berkompeten tapi sayangnya dia g " fake".. Pemimpin gw itu adalah orang yang jago banget berkata dan bersikap manis ke atasannya.. Dia kaya orang yang bener" profesional dan ngerti banyak hal.. Tapi sayangnya dia sukses menjalani tugasnya.. "Fake" sana "Fake" sini membawa dia kepada sebuah kesuksesan. Good job lah buat dia..As long as itu g ganggu hidup kita biarin aja lah orang - orang kaya gtu walaupun mungkin kita jijik tapi itu bakat dan usaha yang harus kita hargai juga... Dan si "Fake" si juara...
by: Ratih Devi Permata Sari
"Fake" itu kalau kita artikan dalam bahasa Indonesia adalah Palsu. Bukan berkepribadian ganda tapi menunjukkan sifat palsu kita terhadap seseorang yang kita percaya bisa membawa kita kepada sesuatu yang kita mau.. Sederahanya sich "fake " itu bisa diartikan sebagai " cari muka" atau " carmuk"..Semua orang pasti pernah " Fake " tapi mungkin dengan kadar yang berbeda - beda y..
Inget g waktu kecil kalau kita pengen dibeliin mainan kita harus baik"in orang tua.. Y g? Dari kecil pun manusia punya bakat untuk "Fake".. Kadang" orang tua kita juga yang mengajarkan hal itu pada kita, misalnya kalau kita bisa membersihkan kamar, kita akan diberi hadiah.. Itu membuat kita yang masih kecil mau membersihkan kamar demi hadiah, bukan demi kebersihan.. Kita melakukan itu sebagai sesuatu yang "Palsu' karena bukan dari hati tetapi karna tuntutan agar kita bisa mendapatkan sesuatu yang kita mau...
Semakin besar kita semakin terbiasa akan hal itu.. Tapi ada sebagian orang yang kadar " Fake"nya tidah bertambah seiring dengan bertambahnya usia.. Dia hanya " fake" untuk hal" tertentu dan untuk hal - hal yang kecil aja..
Tapi, ada juga yang kadarnya semakin dewasa semakin besar.. Disatu sisi gw bisa bilang kalau mereka adalah orang yang beruntung karena meraka g jijik untuk " Fake" dengan kadar yang tinggi, disisi yang lain gw kasian juga karena untuk dapet yang mereka mau ,mereka harus jadi " Palsu"..
Coba d kalian perhatiin lingkunagn sekitar kalian..Semakin pekanya kalian, semakin kalian merasa Si "fake" Si juara.. Banyak posisi penting yang diduduki oleh orang yang "fake"..karena dalam kemyataannya banyak juga tuh orang yang suka di " fake" in ... Dalam kenyataannya bakat, kemampuan, dan keberuntungan aja ternyata g cukup untuk mengantarkan kita pada sebuah kesuksesan..
Adil g sih?? Ehmm...susah c jawabnya..Satu hal yang penting adalah untuk jadi orang "fake" itu g gampang dan capek juga kali jadi palsu.. " Fake " itu bisa kita nilai sebagai suatu usaha yang harus kita hargai juga.. Karena g gampang jadi orang yang bisa dibilang menjijikan.. G bisa dipungkiri " Fake " itu perlu.. Suka atau g suka, kenyataannya yah kaya gtu..
BT bgd waktu gw harus nerima kenyataan kalau gw dipimpin sama orang yang fake dengan kemampuan pas - pasan.. Padahal diluar sana ada orang yang berkompeten tapi sayangnya dia g " fake".. Pemimpin gw itu adalah orang yang jago banget berkata dan bersikap manis ke atasannya.. Dia kaya orang yang bener" profesional dan ngerti banyak hal.. Tapi sayangnya dia sukses menjalani tugasnya.. "Fake" sana "Fake" sini membawa dia kepada sebuah kesuksesan. Good job lah buat dia..As long as itu g ganggu hidup kita biarin aja lah orang - orang kaya gtu walaupun mungkin kita jijik tapi itu bakat dan usaha yang harus kita hargai juga... Dan si "Fake" si juara...
by: Ratih Devi Permata Sari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar